Kurban serta Aqiqah, Mana yang Lebih Utama?

Kurban serta Aqiqah, Mana yang Lebih Utama?
“ Kurban serta aqiqah, mana yang lebih utama Syah?” tanya Siska seketika, di tengah pembicaraan tentang skincare dengan teman- temannya lewat video call.
“ Mengapa seketika tanya kurban serta aqiqah, kan kita lagi ngomongin serum.” timpal Aisyah.
“ Jadi ini Syah, suamiku kan belum pernah aqiqah. Ibu dan bapaknya belum mampu aqiqah- in suami waktu kecil. Nah, kebetulan dikala ini kami lagi terdapat rezeki berlebih. Kan udah deket- deket waktu IdulAdha nih, ingin kurban tetapi galau pula, soalnya sehabis diingat- ingat suami belum pernah aqiqah.”
“ Oalah, jadi begini….” Metode Aqiqah Bagi Syariat Islam
Kurban serta Aqiqah, Mana yang Lebih Utama?
Saat sebelum mengenali lebih utama yang mana kurban serta aqiqah, kita pelu mengerti arti penafsiran dan tata metode melaksanakannya. Secara hukum, kurban serta aqiqah mempunyai hukum yang sama. Ialah sunnah muakad. Tetapi, untuk Mazhab Hanafi, kurban diharuskan berkurban untuk seorang yang mempunyai keahlian harta.
Aqiqah serta kurban ialah ibadah yang berbeda. Keduanya tidak mempunyai karena serta akibat. Ibadah kurban dilatarbelakangi sejarah Nabi Ibrahim yang patuh melaksanakan perintah Allah, sebaliknya asal mula aqiqah merupakan tradisi arab yang diganti praktiknya oleh Nabi Muhammad. Buat sepenuhnya, Teman bisa baca di postingan berikut ini tentang Penafsiran Kurban serta Aqiqah.
Waktu penerapan kurban dicoba sehabis sholat ied pada bertepatan pada 10 Dzulhijjah, sampai bertepatan pada 13 Dzulhijjah pada dikala matahari terbenam. Sebaliknya Aqiqah dilaksanakan sehabis anak balita lahir, disarankan aqiqah H+7 kelahiran, tetapi bisa disesuaikan dengan keahlian harta yang dipunyai oleh ibu dan bapaknya.” Aqiqah disembelih pada hari ketujuh ataupun 4 belas ataupun 2 puluh satu”[HR Angkatan laut(AL) Baihaqi]
Aqiqah merupakan tanggungjawab tiap orangtua, semenjak anak masih balita sampai merambah masa baligh. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda:” Aqiqah menyertai lahirnya seseorang balita”.( HR Bukhari). Aqiqah bertujuan buat bersyukur kepada Allah, sebab sudah dikaruniai anak Aqiqah murah Jakarta .
Tetapi, kala si anak sudah beranjak berusia, keputusan buat aqiqah senantiasa tanggungjawab bapaknya, ataupun bisa diserahkan kepada anak sendiri yang memutuskan. Mau melakukan sendiri ataupun meninggalkannya.
Sebaliknya kurban, ialah tanggungjawab untuk tiap muslim yang mempunyai kelebihan harta. Selaku wujud rasa syukur serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ketentuan Legal Seorang Buat Melakukan Kurban ataupun Aqiqah
Ada pula syarat- syarat legal buat seorang bisa berkurban ialah seseorang muslim, tinggal( tinggal di suatu wilayah, bukan musafir, mempunyai keahlian finansial, baligh serta berakal. Bersumber pada penelusuran dalil Al- Quran serta hadis, aqiqah tidak masuk ke dalam ketentuan berkurban. Sehingga tidak permasalahan apabila seorang yang belum aqiqah, mau melaksanakan ibadah kurban terlebih dulu. Ketentuan yang lain supaya ibadah kurban bisa diterima, ialah mencermati mutu hewan kurban dan tata metode penyembelihan yang benar.
Sebaliknya ketentuan aqiqah merupakan menyembelih 2 ekor kambing buat anak lelaki, serta satu ekor kambing buat anak wanita. Dilaksanakan oleh seseorang muslim yang mempunyai keahlian finansial yang lumayan buat aqiqah anaknya. Bila belum sanggup, bisa disesuaikan dengan kesanggupan orangtua.
Dalam melaksanakan aqiqah, para ulama mempunyai perbandingan tertulis dalam kitab angkatan laut(AL) Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz IV perihal 2748. Ulama Mazhab Syafi’ i berkomentar kalau sunnah aqiqah dibebankan kepada orang yang menanggung nafkahnya. Bila seorang telah bisa menafkahkan diri sendiri, hingga ia dibebankan buat mengaqiqahkan dirinya.
Berbeda dengan Ulama Mazhab Syafi’ i, Para Ulama Mazhab Hambali serta Maliki berkomentar kalau seseorang muslim tidak boleh meng- aqiqah- kan dirinya sendiri, kecuali oleh bapaknya, meski telah besar. Sebab bagi syariat, aqiqah merupakan kewajiban bapak serta tidak boleh dicoba oleh
orang lain.
Para Ulama Mazhab Hambali miliki komentar yang sedikit berbeda, kalau seorang diperbolehkan meng- aqiqah- kan dirinya sendiri. Aqiqah tidak wajib dicoba dikala masih kanak- kanak, seseorang bapak boleh aqiqah- kan anaknya meski telah baligh. Sebab dalam proses aqiqah tidak terdapat batasan waktu optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *